CAKE DARI PUTIH TELUR

Cake Zebra Putih Telur

Biasanya kalau abis ada pesenan birthday cake maka akan tersisa putih telur yang cukup banyak. Setelah mencoba berbagai resep cake dengan bahan putih telur ternyata aku cocok dengan resep yang ini. Cake-nya lembut dan enak, tidak seperti cake putih telur lainnya yang rata-rata “kenyel-kenyel” apa ya… itu lho seperti mengunyah karet, pokoknya ada tekstur yang gak enak selama dikunyah.

Resep ini dapatnya dari iparnya adikku, cuma aku kurangi jumlah gulanya. Kalau untuk zebra coklat aku lebih senang menggunakan coklat bubuk daripada pasta coklat. Pernah juga aku buat dengan pasta pandan dan moka, hasilnya yummyyy…

Selamat mencoba.

Cake Zebra Putih Telur


Bahan:

400 cc putih telur

200 gr gula pasir

1 sdt TBM/SP

200 gr blue band, cairkan

175 gr terigu

25 gr maizena

1 sdm coklat bubuk/pasta coklat/pasta pandan/pasta strawberry

Cara:

1. Putih telur + SP dikocok sampai mengembang

2. Masukkan gula pasir sedikit2 sambil terus dikocok

3. Masukkan terigu sedikit2 sambil diaduk rata

4. masukkan blue band yg sudah dicairkan, aduk rata

5. bagi adonan menjadi 2, ½ bagian beri pasta coklat sisanya biarkan putih

6. Tuang adonan putih sedikit, lalu tuang adonan coklat. Tuang lagi adonan putih, lalu adonan coklat. Begitu seterusnya sampai adonan habis

7. Panggang sampai matang kurang lebih 20 menit dengan suhu 180 0C

sumber

http://dapurnyarina.blog.com/1887482/

CEWEk SWEDIA MINTA HAK MERDEKA PAMER BUAH DADA

Wanita Pun Berhak Pamer (buah) Dada

Rita Uli Hutapea.
Pria bertelanjang dada di tempat umum itu sih biasa. Tapi kalau wanita? Hemm… hal inilah yang tengah diperjuangkan kaum wanita di Swedia. Mereka meluncurkan kampanye untuk memperjuangkan hak pamer dada di pantai-pantai dan kolam renang di negeri itu.

Alasannya, wanita punya hak yang sama untuk bertelanjang dada seperti halnya kaum pria. Demikian seperti diberitakan Daily Mail’s Metro dan dilansir News.com.au, Selasa (20/11/2007).

Kampanye ini bermula akibat kemarahan kaum feminis Scandinavia. Mereka marah ketika dua wanita disuruh menutupi dada mereka oleh seorang penjaga pantai di pantai dekat Stockholm.

“Jika wanita dipaksa memakai atasan, bukannya pria juga harus?” Cetus Ragnhild Karlsson, wanita berusia 22 tahun yang mendukung kampanye dada bugil ini.

Kaum wanita di Swedia barat saat ini telah membentuk jaringan Bara Bradiost, yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi menjadi Just Breasts.

“Kami ingin dada kami sama normalnya dan tidak dianggap seksual seperti halnya pria, sehingga kami bisa melepas baju kami di pertandingan bola,” ujar juru bicara kelompok tersebut.

Untuk mengkampanyekan hak bertelanjang buah dada, para anggota Just Breasts melompat ke kolam renang di berbagai kota dengan hanya mengenakan celana renang. ( ita / ana )

Sumber: detik.com

KOmentar Andi..”ana ana wae” “neko-neko”
Dugaan sy sdkt bnyk ada benarnya, sptnya kaum feminis adalah kaum yg sangat memperhatikan hak2 dirinya dan gak peduli dgn orang lain. Tuntutan mereka utk kasus di atas, buat saya adalh bukti bnrnya “ramalan” saya bahwa mereka memang sangat ingin sama segala hal dengan laki2.
(sambil mesam mesem) hehe…wong yg satu cowok yg satu cewek, nama aja udah beda, yg satu bisa melahirkan, yg satu gak bisa (kecuali kalo Allah berkehendak) yg satu pny payudara (utk ASI anaknya), yg satu gak punya, belum lagi kenyataan bahwa rasa malu wanita lebih besar drpd pria. Oleh karenanya, meskipun juga terangsang melihat pria bertelanjang dada, wanita TIDAK MUDAH terjerums kpd perbuatan yg ehem2…beda dgn pria, ditutup aja kdg2 masih sering (kok kdg2 sih) curi2 pandang…wah dalemnya gede nih, montok, ranum, dll…wah kancingnya lepas satu..ketok kutange. BTW

Saya berdoa semoga wanita Indonesia, terutama muslimah Indonesia, tidak sampai punya pikiran ingin sama dgn pria dalam hal DADA. Supaya jelas orang yg akalnya masih sehat dengan orang yg akalnya sudah tersemir pembentukan budaya pop.